Sosial Ekonomi Pertanian

Peran pemuda sangat sentral dalam pembangunan nasional. Hal ini disebabkan karena saat ini Indonesia sedang berada pada kondisi Bonus Demografi dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dari penduduk usia non produktif. Kondisi ini memberi keuntungan lebih bagi Indonesia manakala dapat mendorong para pemudanya untuk menjadi wirausaha. Secara teori, peningkatan satu persen wirausaha mampu menurunkan jumlah pengangguran sebesar sepuluh persen. Di sisi lain, karakteristik generasi X, Y, dan Z yang mendominasi dalam fenomena bonus demografi di Indonesia dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk memperkenalkan dan mengajak pemuda untuk memanfaatkan penggunaan teknologi dan inovasi dalam menjalankan kegiatan usaha mereka. Generasi ini juga dikenal sebagai generasi yang kreatif dan inovatif.

Menyadari hal tersebut, sejak tahun 2020 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) telah gencar melakukan upaya untuk membangkitkan semangat kewirausahaan di kalangan pemuda. Harapannya, jumlah wirausaha dapat mengalami peningkatan minimal di tingkat 4% pada tahun 2024. Harapan tersebut dijawab oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan menyelenggarakan program Kewirausahaan Pemuda yang masih berjalan hingga saat ini. Program Kewirausahaan Pemuda ini tidak hanya bertujuan untuk membuka peluang bagi pemuda yang ingin berwirausaha tetapi juga menguatkan usaha agar dapat mandiri, tangguh, dan berkelanjutan. Selain itu, para pemuda harus diberikan motivasi agar potensi besar terpendam yang dimiliki dapat diberdayakan atau memberdayakan diri mereka sendiri.

Kendati demikian, dalam pelaksanaannya, program ini memerlukan sinergi dari seluruh pihak, salah satunya kalangan Perguruan Tinggi sebagai center for excellence (dalam hal ini adalah Lembaga Inkubator Bisnis). Lembaga Inkubator bisnis di Perguruan Tinggi memiliki peran sangat strategis dalam kontribusinya meningkatkan ekonomi bangsa melalui produktifitas penerapan

lmu pengetahuan dan teknologi, hilirisasi maupun komersialisasi berbagai invensi teknologi dari perguruan tinggi dan akar rumput. Beberapa bentuk layanan yang dapat diberikan untuk mendorong minat dan motivasi pemuda untuk berwirausaha antara lain permodalan dan pendampingan (pengembangan produk, perluasan pemasaran, jasa informasi, pengembangan desain produk, organisasi dan manajemen, penyusunan proposal pengembangan usaha, dan pengembangan teknologi.) Sesuai dengan hasil riset IDN Research Institute tahun 2019 yang mengatakan bahwa 69,1% milenial Indonesia memilih Perguruan tinggi yang memiliki pusat inkubasi yang mengintegrasikan minat wirausaha yang tinggi dan layanan pengembangan bisnis bagi masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswa.

Pada kesempatan ini, Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed bekerjasama dengan Kementrian Pemuda Olahraga, PT Pegadaian dan PT Pegadaian Syariah menyeleggarakan hibah pengembangan usaha di kalangan pemuda.  Proposal bisnis akan didanai sebesar Rp. 10.000.000,-.

Penjelasan selengkapnya dapat di download melalui link berikut ini:
https://drive.google.com/file/d/18szEKKOAj5zt0JOJ8WrmyURmL3PZ-l5V/view

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *